sumber : www.pbdjarum.org
kapan ya aku bisa terbebas dari cidera ? pertanyaan ini selalu terngiang di benakku. Kaki atau tepatnya lutut kananku sering sekali mengalami cedera. Karena cedera inilah beberapa kali aku terpaksa mundur atau kalah dari turnamen.
Asal muasal cedera itu muncul bukan pada saat pertandingan, tetapi justru datang setelah aku latihan. Waktu itu aku masih di Pelatnas. Seingatku dulu, setelah aku latihan beban, aku lanjut latihan stroke, tiba-tiba lutut kananku terasa ngilu. Saat naik tangga ngilu itu tambah terasa. Tak mau berlama-lama dengan cedera, aku langsung berobat. Hasil diagnosa dokter menunjukkan otot ku tidak mengalami masalah. Yang bermasalah justru cairan di dalam lututku semakin berkurang. Jadi tulang lututku saling bergesekan satu sama lain secara langsung. Ini yang menyebabkan lututku terasa ngilu sampai sekarang. Berbagai usaha untuk menyembuhkan cederaku sudah aku lakukan. Sekarang ini aku hanya terapi. Tidak menyembuhkan, tetapi cukup membantu meringankan cederaku.
Di setiap turnamen aku selalu harus bisa menahan rasa sakit yang terus menyiksaku. Mungkin karena sudah terbiasa dengan rasa sakit pada lututku, aku akhirnya masih bisa terus mengayunkan raket. Tetapi jika rasa sakit itu tidak tertahankan, terpaksa aku memilih mundur. Seperti pada turnamen Thailand Open Grand Prix 2011 lalu. Aku mundur pada babak kualifikasi. Saat itu aku merasakan sakit yang luar biasa. Lututku bengkak, sampai aku tidak bisa menekuk lututku. Mungkin hal itu dikarenakan aku harus bertanding di babak kualifikasi sebanyak tiga kali dalam satu hari. Jadi cedera di lututku kambuh kembali.
Cidera membuatku sering aku merasa frustasi. Tak jarang aku sampai menangis karena frustasi. Aku sedih memikirkan cederaku yang tak pernah hilang dari diriku. Karena cedera ini pula, prestasiku menurun drastis. Aku dari yang bisa menembus olimpiade bahkan sampai bisa meraih medali perunggu, akhirnya harus terpuruk. Sebenarnya ingin aku menumpahkan kesedihanku pada orang tuaku termasuk masalah cederaku. Tapi aku tak bisa. Beruntung aku mempunyai sahabat yang selalu memompa semangatku. Sahabat yang selalu bisa menjadi tempat aku berkeluh kesah akan cideraku. Karena sahabat pula yang membuat ku tegar dan masih bisa berada di lapangan karpet hijau.
Berpikir mundur dari Pelatnas pun tak jarang muncul di benakku. Tetapi niat itu urung terlaksana. Meski beberapa kali sinyal terkena degradasi dari Pelatnas muncul, tetapi batal dilakukan. Karena saat pemberitahuan itu muncul justru prestasi ku kembali naik. Tetapi akhirnya aku
membulatkan tekad untuk mundur dari Pelatnas, tempat yang pernah membesarkan namaku. Sedih juga aku harus meninggalkan Pelatnas, tempatku menghabiskan hari-hariku bersama pelatih dan teman-temanku. Tetapi inilah jalan yang harus aku tempuh. Meski tak lagi ada di Pelatnas, aku masih ingin berprestasi .
Tampilkan postingan dengan label Maria Kristin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Maria Kristin. Tampilkan semua postingan
Selasa, 27 September 2011
Sabtu, 23 Juli 2011
Maria Kristin (I MISSYOU)
3tahun berlalu setelah perhelatan olimpiade beijing berlangsung, tapi sosoknya masih saja tak luput dari ingat "Maria Kristin"
sang menghancur tembok china LU LAN

tulisan ini di kutip dari beberapa artikel yang berkaitan dengan Maria. semoga tulisan ini bisa melepaskan kerinduan kita sama sosok mbak.mar yang manis ini yah.
para kristinerz pasti kangen sama mbak.mar -sapaan akrab para fans MKY- apalagi 3 tahun belakangan prestasi mbak.mar terus menurun akibat cedera lututnya, bahkan rank bwfnya pun menurun drastis ke angka 100
. iseng-iseng buka artikel-artikel lama, ternyata banyak artikel tentang sosok pahlawan kita yang satu ini.
yukss kita flash back ke 3 tahun yang lalu saat mbak.mar kita buat lulan nangis.
Smash Lu Lan melebar keluar rusuk kiri pertahanan Maria Kristin. Lu Lan tertunduk lunglai. Dia menangis, sementara Maria nyaris tanpa ekspresi langsung menyalami pelatih kepala Hendrawan yang duduk di pinggir lapangan. Entah apa yang ada dipikiran Maria saat itu, mungkin hanya sebuah medali perunggu yang hanya ia berikan pada indonesia, atau mungkin ia ikut merasakan kesedihan Lu Lan. yang pasti gadis rendah hati ini telah membuat bangsa indonesia berbangga. Maria mengalahkan Lu Lan dengan pertarungan rubber set yang sengit 11-21, 21-13, 21-15 dalam waktu 63 menit.
"ya emang begini" jawabnya ketika ditanya kenapa dia tak menunjukan ekspresi kebahagiannya. Maria tak menyangka langkahnya bisa sampah begitu jauh, datang sebagai pemain underdog yang saat itu menduduki peringkat 25 BWF, Maria bermain tanpa beban. Maria melaju dengan mantap setelah mengalahkan pemain-pemain dunia seperti Juliane Schenk (Jerman), Yoana Martinez (spanyol), Tine Rasmussen (Denmark) serta LU LAN.
"aku sering ngobrol ama ci susi, dia ngasih tips menjadi pemain bulu tangkisyang baik, cik susi selalu mengingatkan tentang tanggung jawab sebagai pemain. dia juga bilang AKU PASTI BISA" cerita maria.
menjadi pemain bulutangkis itu gak gampang harus dimulai selangkah demi selangkah, dan penuh kerja keras.
nb : miss you mbak mar , di tunggu came back.y cepet sembuh dari cedera 
Langganan:
Postingan (Atom)
